Sabtu, 12 Maret 2016

Penalaran Deduktif

Diposting oleh Unknown di 20.31 0 komentar
Penalaran deduktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku khusus berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat umum. Proses penalaran ini disebut Deduksi. Kesimpulan deduktif dibentuk dengan cara deduksi. Yakni dimulai dari hal-hal umum, menuku kepada hal-hal yang khusus atau hal-hal yang lebih rendah proses pembentukan kesimpulan deduktif tersebut dapat dimulai dari suatu dalil atau hukum menuju kepada hal-hal yang kongkrit.
Contoh :
Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status social.
Macam-macam Penalaran Deduktif
Macam-macam penalaran deduktif diantaranya :
  1. Silogisme
Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Dengan fakta lain bahwa silogisme adalah rangkaian 3 buah pendapat, yang terdiri dari 2 pendapat dan 1 kesimpulan.
  1. Entimen
Entimen adalah penalaran deduksi secara langsung. Dan dapat dikatakan pula silogisme premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.
Ciri-ciri paragraf berpola deduktif 
Paragraf berpola deduktif memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1) Letak kalimat utama di awal paragraf
2) Diawali dengan pernyataan umum disusul dengan uraian atau penjelasan khusus
3) Diakhiri dengan penjelasan
Sumber :
https://rismarhaesa15.wordpress.com/2015/03/28/pengertian-penalaran-deduktif-dan-induktif-beserta-contoh-dan-ciri-cirinya/

Penalaran

Diposting oleh Unknown di 20.24 0 komentar
1. Pengertian Penalaran

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi-proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).

Menurut  Widjono, (2007 : 209), mengungkapkan penalaran dalam beberapa definisi, yaitu:
1)  Proses berpikir logis, sistematis, terorganisasi dalam urutan yang saling berhubungan sampai dengan simpulan.
2)   Menghubung-hubungkan fakta atau data sampai dengan suatu simpulan.
3) Proses menganalisis suatu topik sehingga menghasilkan suatu simpulan atau pengertian baru.
4) Dalam karangan terdiri dari dua variabel atau lebih, penalaran dapat diartikan mengkaji, membahas, atau menganalisis dengan menghubungkan variabel yang dikaji sampai menghasilkan suatu derajat hubungan dan simpulan.
5) Pembahasan suatu masalah sampai menghasilkan suatu simpulan yang berupa pengetahuan atau pengertian baru.
Jadi, dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa penalaran adalah proses pemikiran yang logis untuk memperoleh kesimpulan berdasarkan fakta yang relevan (sebenarnya). Atau dengan kata lain, penalaran adalah proses penafsiran fakta sebagai dasar untuk menghasilkan dan menarik kesimpulan.
Bakry (1986:1) menyatakan bahwa Penalaran atau Reasoning merupakan suatu konsep yang paling umum menunjuk pada salah satu proses pemikiran untuk sampai pada suatu kesimpulan sebagai pernyataan baru dari beberapa pernyataan lain yang telah diketahui. Suriasumantri (2001:42) mengemukakan secara singkat bahwa penalaran adalah suatu aktivitas berpikir dalam pengambilan suatu simpulan yang berupa pengetahuan. Keraf (1985:5) berpendapat bahwa penalaran adalah suatu proses berpikir dengan menghubung-hubungkan bukti, fakta, petunjuk atau eviden, menuju kepada suatu kesimpulan.
Dari beberapa pengertian di atas maka dapat kita simpulkan bahwa penalaran adalah suatu proses berpikir yang berusaha menghubungkan fakta-fakta dan bukti-bukti untuk menarik kesimpulan. Sehingga dapat diketahui bahwa unsur dasar penalaran adalah fakta. Suatu pemikiran bisa disebut ilmiah apabila terdapat fakta di dalamnya.
2. Unsur Penalaran 
Fakta
Fakta sebagai unsur dasar penalaran memiliki jumlah yang tidak terbatas. Karena itu, untuk memudahkan pemahaman perlu dibuat klasifikasi fakta. Dalam membuat klasifikasi fakta diperlukan pengetahuan mengenai fakta yang berhubungan karena klasifikasi berarti mengelompokkan fakta-fakta ke dalam suatu hubungan yang logis berdasarkan suatu sistem.

Proporsi
proposisi juga merupakan unsur yang penting dalam penalaran. Proposisi adalah ungkapan yang dapat dipercaya, disangsikan, disangkal, atau dibuktikan benar-tidaknya. Dengan kata lain proposisi adalah pernyataan yang dapat dibuktikan kebenarannya atau ditolak karena kesalahannya. Contohnya sebagai berikut:
Bola itu bentuknya bulat.
Ibu kota Jawa Tengah adalah Bandung
Kalimat pertama merupakan pernyataan yang dapat dibuktikan kebenarannya. Sedangkan, kalimat kedua merupakan pernyataan yang dapat ditolak karena kesalahannya.

sumber :
https://ekanurdianaa.wordpress.com/2015/03/28/fakta-sebagai-unsur-dalam-penalaran-ilmiah/
https://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran

Selasa, 10 November 2015

Pewarisan sifat (inheritance) dan polymorphism pada java

Diposting oleh Unknown di 03.08 0 komentar
PEWARISAN SIFAT (inheritance)

Dalam bahasa pemrograman berorientasi objek (OOP), khususnya bahasa Java, pasti ada yang namanya inheritance atau bisa disebut pewarisan sifat. Sama seperti objek yang ada di kehidupan nyata. Contohnya anak pasti akan memiliki sifat - sifat sama atau sifat turunan dari orang tuanya.

Pembahasan

Pembahasan pada konsep OOP Java ini sangat mudah. Dalam suatu kelas yang bisa mewarisi sifat - sifat kelas induknya. Contohnya kita memiliki kelas Kotak, dalam kelas parent ini kita bisa mendefinisikan sifat - sifat atau perilaku - perilaku dasar yang bisa diturnan kepada kelas turunannya.

Contoh kelas turunannya bernama PersegiPanjang dan BujurSangkar. Maka kelas ini akan memiliki sifat - sifat dan perilaku dasar yang dimiliki induknya yaitu Kotak. Dalam kelas turunannya ini, kelas PersegiPanjang danBujurSangkar bisa mengimplementasikan sifat secara langsung dengan cara merubah sedikit atau tidak sama sekali. Jadi di kelas turunan ini kita bisa mengimplementasikan method - method dari parent secara rinci.

Contoh Program


?
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
class Kotak{
   protected double panjang, lebar, sisi;
 
   public Kotak(double p, double l){
      panjang = p;
      lebar = l;
   }
 
   public Kotak(double s){
      sisi = s;
   }
 
   protected double luas(){
      return 0;
   }
 
   protected double keliling(){
      return 0;
   }
 
   public void tampil(){
      System.out.println("Luasnya\t\t: "+luas());
      System.out.println("Kelilingnya\t: "+keliling());
   }
}
 
class BujurSangkar extends Kotak{
   public BujurSangkar(double sisi) {
      super(sisi);
   }
   protected double luas(){
      return (sisi*sisi);
   }
   protected double keliling(){
      return (4*sisi);
   }
}
 
class PersegiPanjang extends Kotak{
   public PersegiPanjang(double panjang, double lebar){
      super(panjang, lebar);
   }
   protected double luas(){
      return (panjang*lebar);
   }
   protected double keliling(){
      return (2*(panjang+lebar));
   }
}
 
public class Main{
   public static void main(String[] args){
      double sisi, panjang, lebar;
      sisi = 5;
      panjang = 10;
      lebar = 3;
  
      BujurSangkar bujurSangkar = new BujurSangkar(sisi);
      System.out.println("Bujur sangkar dengan sisi : "+sisi);
      bujurSangkar.tampil();
 
      PersegiPanjang persegiPanjang = new PersegiPanjang(panjang, lebar);
      System.out.println("Persegi panjang dengan panjang sisi : "+panjang+" dan lebar sisi : "+lebar);
      persegiPanjang.tampil();
   }
}

Nanti apabila dijalankan, maka kurang lebih tampilannya akan seperti ini:

Java Extends Class

Seperti yang kita lihat di atas, kita menggunakkan kata kunci extends untuk memanggil kelas parent untuk menurunkan sifat - sifatnya. Lalu kita menggunakkan kata kunci super() untuk memanggil konstruktor yang sesuai. Di sana juga kita menerapkan sistem override untuk method luas() dan method keliling().

POLYMORPHISM

Polymorphism merupakan salah satu konsep penting dalam object oriented programming (OOP) khususnya di bahasa Java setelah abstraction dan inheritance. Polymorphism berarti banyak bentuk. Ada beberapa definisi berbeda tentang polymorphism yang berkaitan dengan pemrograman berorientasi obyek. Sedangkan apa yang dimaksud dengan polymorphism sendiri, sebenarnya sulit untuk didefinisikan. Sejalan dengan contoh yang diberikan, Anda diharapkan dapat mengerti dan memahami konsep polymorphism itu sendiri.
Polymorphism sering dikaitkan dengan penggunaan lebih dari satu metoda dengan nama sama. Penggunaan metoda dengan nama sama dapat diterapkan dengan method overloading dan method overriding. Peran polymorphism sebenarnya tidak terbatas hanya pada hal tersebut. Ada keterkaitan antara polymorphism dan inheritance (turunan).
Dalam konsep turunan, saat obyek dari subclass dikonstruksi, obyek dari superclass juga ikut dikonstruksi. Jadi setiap instance dari subclass adalah juga instance dari superclass. Apabila Anda mendeklarasikan metoda dengan parameter dari tipe superclass, Anda diperbolehkan untuk memberi argumen berupa obyek subclass yang merupakan turunan dari superclass tersebut.
Berikut ini adalah contoh program yang dapat memberikan gambaran berkaitan dengan konsep polymorphism. Perlu dipahami dan dimengerti bahwa kelas Object merupakan akar dari semua kelas Java dan menduduki puncak tertinggi dalam hirarkhi. Program akan mendefinisikan kelas yang berkaitan dengan bidang datar secara sederhana termasuk beberapa kelas turunannya (kelas PersegiPanjang dan Balok) dan membatasi hanya pada penerapan method overriding.
?
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
// Nama file : Polimorphism.java
// Contoh penerapan konsep polimorphism
 
public class Polimorphism {
 
   public static void main(String[ ] args) {
 
      cetakObjek(new Balok());
      cetakObjek(new PersegiPanjang());
      cetakObjek(new BangunDatar());
      cetakObjek(new Object());
   }
    
   public static void cetakObjek(Object objek) {
      System.out.println(objek);
   }
 
} // Akhir kelas Polimorphism
 
class Balok extends PersegiPanjang {
   public String toString() {
      return "Mempunyai sisi panjang, lebar dan tinggi";
   }
}
 
class PersegiPanjang extends BangunDatar {
   public String toString() {
      return "Mempunyai sisi panjang dan lebar";
   }
}
 
class BangunDatar extends Object {
   public String toString() {
      return "Mempunyai berbagai bentuk";
   }
}
Baris nomor 14 -16 adalah deklarasi metoda cetakObjek yang mempunyai satu parameter dengan tipe kelas Object. Kelas Object merupakan akar dari semua kelas di Java. Langsung maupun tidak langsung, semua kelas di Java merupakan turunan dari kelas Object. Anda dapat memanggil atau menggunakan metoda cetakObjek dengan argumen berupa obyek yang dibuat dari kelas turunan superclass Object.
Ketika metoda cetakObjek dipanggil (baris nomor 8 – 11), argumen obyek akan diminta. obyek sebagai argumen metoda dapat berupa obyek yang merupakan kelas turunan dari kelas Object yaitu kelas BangunDatar, kelas PersegiPanjang maupun kelas Balok. Masing-masing kelas turunan mendeklarasikan ulang metoda toString yang mempunyai implementasi berbeda. Java Virtual Machine (JVM) akan menentukan secara dinamis implementasi metode toString yang akan digunakan saat program dijalankan. Kemampuan menentukan secara dinamis ini disebut dengan dynamic binding.
Dari gambaran program di atas, apabila parameter sebuah metoda adalah tipe superclass, maka argumen metoda yang diberikan dapat berupa tipe dari subclassnya. Kemampuan seperti inilah yang dimaksud dengan polymorphism. Dari gambaran tersebut, dapat didefinisikan kembali bahwa polymorphism adalah kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang berbeda dengan cara yang sama. Pemberian obyek dari subclass ke obyek dari superclass dapat dilakukan tanpa perlu melakukan konversi.


sumber : 
http://javanoobtuts.blogspot.co.id/2014/03/java-oop-polymorphism.html
http://javanoobtuts.blogspot.co.id/2014/02/konsep-pemrograman-berorientasi-objek.html
http://www.termasmedia.com/pemrograman/java/250-memahami-konsep-polimorfisme-polymorphism-di-java.html
http://javanoobtuts.blogspot.co.id/2014/03/java-oop-inheritance.html


 

Atut Sulistianingrum Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review